Beliau
mengunjungi Syekh Tarekat tersebut dengan menunggang kuda. Ketika mau
sampai ke rumah Tuan Syekh, Beliau berhenti ditepi sebuah telaga untuk
beristirahat sejenak sambil mencuci muka dan memperbaiki letak penutup
kepala Beliau dengan maksud ketika mengunjungi Tuan Syekh pakaian dan
penampilan Beliau akan kelihatan rapi.
Ketika
sampai di rumah Tuan Syekh yang tidak lain adalah seorang ulama Tasawuf
terkenal didaerah Hutapungkut dan sekitarnya, Beliau bernama Syekh
Sulaiman Hutapungkut, khalifah dari Saidi Syekh Sulamaiman Zuhdi di
Jabal Qubais Mekkah, seperti sudah mengetahui kedatangan Muhammad
Qessah, Syekh Sulaiman Hutapungkut menunggu di serambi rumah dengan
hanya ditemani oleh istri Beliau.
“Assalamu’alaikum” kata Muhammad Qessah dengan suara lantang.
“Wa’alaikum salam” jawab Syekh Sulaiman Hutapungkut.
Muhammad
Qessah dipersilahkan duduk dengan jarak lebih kurang 2 meter dari
tempat duduk Syekh Sulaiman Hutapungkut, kemudian Syekh Sulaiman
Hutapungkut bertanya, “Apa maksud kedatangan Tuan kemari?” dengan tanpa
basa basi, Muhammad Qessah menjawab, “Saya ingin menantang Tuan Syekh
mengadu ilmu!”
Syekh Sulaiman Hutapungkut dengan tenang menjawab, “Saya perhatikan, sorban tuan agak miring”.
“Ah tidak” Jawab Muhammad Qessah.
“Sebaiknya
tuan bercermin dulu untuk memastikannya” Kata Syekh Sulaiman
Hutapungkut. Kemudian Syekh Sulaiman Hutapungkut meminta istri Beliau
untuk mengambil sebuah cermin dan kemudian cermin itu diberikan kepada
Muhammad Qessah. Ketika Muhammad Qessah melihat cermin alangkah
terkejutnya karena dicermin itu dilihat wajahnya penuh dengan coretan
luka. Dalam hati Beliau berfikir kapan Tuan Syekh tersebut melukai
mukanya padahal dari tadi Tuan Syekh tidak bergerak sedikitpun dari
kursinya.
Kemudian Muhammad Qessah dengan penasaran bertanya, “Ilmu apakah ini Tuan Syekh?”
Syekh
Sulaiman Hutapungkut menjawab, “Inilah ilmu antara diam dan gerak, ilmu
sebelum berperang sudah menang”. Akhirnya Muhammad Qessah mengakui
kehebatan dari Syekh Sulaiman Hutapungkut dan berguru kepada Beliau.
Syekh Sulaiman Hutapungkut hanya dengan sebuah cermin berhasil
menundukkan seorang pendekar tak terkalahkan.
![]() |
| Saidi Syekh Muhammad Hasyim al-Khalidi (1862-1952) |
Singkat cerita, Muhammad
Qessah ini kelak melanjutkan berguru ke Jabbal Qubais di Mekkah dan
sempat memimpin suluk sentral seluruh dunia di sana selama 7 tahun
berturun-turut. Muhammad Qessah adalah nama kecil dari Maulana Saidi
Syekh Muhammad Hasyim al-Khalidi (Guru dari YM Ayahanda Guru).
Sumber cerita: http://sufimuda.net/2012/10/07/cermin/

sykh hasyim lahir dimana?
BalasHapus